Angka Rp 800 ribu di iklan Facebook. Penawaran lain Rp 4,5 juta lewat WhatsApp. Anda bingung mana yang masuk akal.
Nah, justru di situ banyak pemilik usaha kecil tersandung. Bukan karena mereka bodoh soal anggaran. Melainkan karena istilah “sederhana” punya definisi berbeda di tiap vendor.
Oleh karena itu, kami susun panduan ini dari pengalaman negosiasi langsung dengan puluhan klien UMKM di Jabodetabek. Tujuannya satu: Anda punya patokan realistis sebelum transfer uang muka.
Daftar Isi
- Kenapa Estimasi Biaya Buat Web Compro Sederhana Selalu Berbeda-Beda?
- Rincian Biaya Buat Web Compro Full dan Landing Page
- Biaya Pembuatan Website Company Profile Murah: Apa yang Biasanya Dikorbankan?
- Harga Web Compro Sederhana: Patokan Pasar Indonesia 2026
- Harga Pembuatan Website Company Profile Berdasarkan Tingkat Kualitas
- Cara Membaca Penawaran Jasa Tanpa Kaget di Invoice Akhir
- Estimasi Biaya Buat Web Compro Sederhana: Simulasi Anggaran 12 Bulan
- Memilih Vendor: Portofolio Lebih Penting dari Brosur Harga
Kenapa Estimasi Biaya Buat Web Compro Sederhana Selalu Berbeda-Beda?
Pertama, jumlah halaman. Compro “sederhana” bisa berarti 3 halaman saja. Bisa juga 5 halaman plus blog mini.
Kedua, siapa yang mengerjakan. Freelancer lulusan bootcamp menawar beda dengan studio yang punya project manager.
Akibatnya, rentang harga web compro sederhana di pasar Indonesia tahun 2026 berkisar Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Itu untuk paket siap pakai.
Ketiga, biaya tahunan sering tidak masuk hitungan awal. Vendor kadang jual domain, hosting, dan SSL terpisah. Sehingga invoice pertama terasa murah. Lalu tahun depan Anda kaget.
Sebenarnya, lebih tepatnya membandingkan total cost of ownership selama 12 bulan. Bukan hanya harga development sekali bayar.
Bila Anda ingin melihat contoh paket resmi dari satu penyedia, silakan lihat harganya disini sebagai acuan awal. Angka di sana bisa Anda cocokkan dengan penawaran lain.
Rincian Biaya Buat Web Compro Full dan Landing Page
Di sinilah breakdown biaya website paling berguna. Anda tidak cukup tahu total akhir. Anda perlu tahu komponen apa yang Anda beli.
Domain, Hosting, dan SSL
Domain .id biasanya Rp 150 ribu sampai Rp 350 ribu per tahun. Tarif itu mengacu pada registrar resmi seperti PANDI.
Domain .com sedikit lebih mahal. Kisarannya sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per tahun.
Hosting shared untuk traffic rendah mulai Rp 600 ribu per tahun. Paket bisnis dengan resource lebih besar bisa mencapai Rp 3,6 juta per tahun. SSL gratis dari Let’s Encrypt sudah cukup untuk kebanyakan compro kecil.
Desain dan Development Company Profile
Untuk compro full dengan 5 sampai 8 halaman, biaya desain UI dan coding biasanya Rp 4 juta sampai Rp 15 juta. Faktor penentunya: custom layout, animasi, integrasi form, dan revisi tanpa batas.
Compro sederhana 3 sampai 5 halaman? Angkanya turun ke kisaran Rp 2 juta sampai Rp 3,5 juta. Template siap pakai dengan sedikit modifikasi warna dan logo sering masuk kategori ini.
Biaya Landing Page Profesional

Landing page beda logika. Satu halaman saja, tapi copywriting dan struktur konversi harus tajam.
Harga landing page profesional di Indonesia umumnya Rp 850 ribu sampai Rp 3,5 juta. Yang mahal biasanya bukan desainnya. Melainkan riset headline, setup form CRM, dan uji kecepatan load di mobile.
Jadi, perbedaan biaya company profile dan landing page bukan soal jumlah halaman semata. Landing page fokus pada satu aksi: klik, isi form, atau checkout.
Contoh kasus: toko roti di Surabaya minta landing page untuk promo lebaran. Budget Rp 1,8 juta. Hasilnya 340 lead dalam 3 minggu. Compro penuh mereka yang lama justru jarang dikunjungi.
Biaya Pembuatan Website Company Profile Murah: Apa yang Biasanya Dikorbankan?
Harga web compro terjangkau memang ada. Paket website UMKM Rp 1 juta pun beredar. Tapi kami jujur: di titik harga itu, vendor pasti pangkas sesuatu.
Biasanya yang hilang pertama adalah hak revisi. Anda dapat satu kali ubah. Salah teks? Bayar lagi.
Selain itu, konten sering jadi tanggungan Anda sendiri. Vendor hanya pasang teks mentah tanpa editing. Akibatnya, halaman “Tentang Kami” terbaca seperti dokumen internal.
Hosting murah juga punya trade-off. Server overload saat traffic naik sedikit. Waktu load 6 detik. Google tidak peduli Anda hemat Rp 200 ribu.
Namun, bukan berarti murah selalu buruk. Bila kebutuhan Anda benar-benar kartu nama digital, paket sederhana bisa cukup. Yang berbahaya adalah ekspektasi setara brand korporat dengan budget setengahnya.
Harga Web Compro Sederhana: Patokan Pasar Indonesia 2026
Berdasarkan penawaran yang kami kumpulkan dari marketplace, grup Facebook, dan studio lokal, berikut gambaran harga website 3-5 halaman:
- Paket template minimal: Rp 1,5 juta – Rp 2,5 juta
- Semi-custom dengan revisi terbatas: Rp 2,5 juta – Rp 4 juta
- Custom penuh untuk bisnis B2B: Rp 5 juta – Rp 8 juta
Update harga jasa website tahun ini juga terpengaruh alat AI untuk coding dasar. Beberapa vendor menurunkan tarif halaman statis. Tetapi biaya strategi konten dan fotografi produk malah naik.
Apakah angka di atas mutlak? Tentu tidak. Kota kecil kadang lebih murah. Klien yang butuh deadline 48 jam? Tarif rush fee bisa menambah 30 sampai 50 persen.
Kami belum punya data rinci untuk seluruh Indonesia. Namun dari tren yang terlihat, estimasi budget website perusahaan di luar Jawa sering 10 sampai 20 persen lebih rendah untuk jasa lokal.
Harga Pembuatan Website Company Profile Berdasarkan Tingkat Kualitas
Keyword transaksional seperti ini butuh jawaban langsung. Jadi kami bagi menjadi tiga tier yang sering muncul di lapangan.
Tier Entry (Sederhana)
Rp 2 juta – Rp 3,5 juta. Cocok untuk usaha yang baru butuh kehadiran online. Fitur standar: Home, About, Layanan, Kontak, dan WhatsApp floating button.
Tier Menengah
Rp 4 juta – Rp 7 juta. Tambahan blog, portofolio filterable, atau integrasi Google Maps multi-cabang. Desain mulai custom, bukan sekadar ganti warna template.
Tier Profesional
Rp 8 juta ke atas. Copywriting disertakan, SEO on-page dasar, optimasi kecepatan, dan dokumentasi serah terima lengkap. Cocok untuk perusahaan yang website-nya jadi alat tender atau presentasi investor.
Pendapat kami: tier menengah sering paling masuk akal untuk bisnis dengan omzet bulanan di atas Rp 50 juta. Entry tier bagus untuk validasi awal. Profesional baru wajar bila website memang kanal penjualan utama.
Cara Membaca Penawaran Jasa Tanpa Kaget di Invoice Akhir
Sebelum Anda memilih vendor, periksa daftar ini. Bukan teori. Ini checklist dari project yang kami lihat gagal karena detail kecil.
- Apakah domain dan hosting atas nama klien?
- Berapa kali revisi desain termasuk?
- Apakah biaya pemeliharaan tahun kedua sudah tertulis?
- Siapa yang input konten awal?
- Apakah ada garansi bug 30-90 hari?
Satu pertanyaan yang jarang diajukan: apa yang terjadi bila Anda putus kontrak? File source code dan akses hosting perlu tertulis jelas di kontrak. Kalau tidak, Anda terkunci pada vendor yang sama selamanya.
Untuk layanan yang mencakup konsultasi kebutuhan halaman, pertimbangkan jasa pembuatan web compro yang transparan soal scope pekerjaan.
Bandingkan bukan cuma harga. Cek juga apa yang tidak termasuk.
Estimasi Biaya Buat Web Compro Sederhana: Simulasi Anggaran 12 Bulan
Mari kita hitung skenario realistis untuk usaha jasa kebersihan di Bekasi. Mereka butuh 4 halaman. Tidak ada e-commerce. Traffic harian di bawah 100 kunjungan.
Domain .com: Rp 180 ribu. Hosting shared: Rp 900 ribu per tahun. Development semi-custom: Rp 3,2 juta. Fotografi produk DIY pakai HP: Rp 0.
Total tahun pertama: sekitar Rp 4,28 juta. Tahun kedua, hanya perpanjangan domain dan hosting sekitar Rp 1,08 juta. Angka ini masuk akal. Bukan murah meriah. Bukan juga overkill.
Sebaliknya, bila Anda memilih landing page untuk kampanye Google Ads, alokasikan Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. Angka itu untuk halaman plus setup tracking.
Company profile penuh bisa menyusul setelah kampanye terbukti menghasilkan lead.
Jawabannya tidak sesederhana “pilih yang termurah”. Tergantung fase bisnis Anda sekarang. Butuh kredibilitas saat pitching klien korporat? Investasi compro lebih masuk akal. Butuh lead cepat dari iklan? Landing page dulu.
Memilih Vendor: Portofolio Lebih Penting dari Brosur Harga
Rekomendasi jasa web compro yang aman menurut kami: lihat 3 website klien mereka yang sudah online lebih dari setahun. Buka di HP. Scroll cepat. Rasakan frustrasinya atau tidak.
Portofolio jasa website yang hanya screenshot? Waspada. Minta URL live. Cek apakah masih aktif atau sudah error 404.
Tim di Hardawebpro kerap menangani klien migrasi dari vendor murah. Website mereka lambat dan tidak bisa edit sendiri.
Kasus seperti itu menghabiskan biaya migrasi ulang. Kadang hampir setara bikin baru.
Wah, memang tidak ada rumus ajaib. Tetapi dengan rincian biaya website company profile yang jelas, Anda setidaknya tidak nebak-nebak. Dan nebak-nebak di topik YMYL seperti ini? Mahal konsekuensinya.
Satu hal terakhir. Anggaran Rp 2 juta untuk compro sederhana bukan mimpi. Anggaran Rp 2 juta untuk compro yang terasa seperti situs perusahaan besar? Itu yang perlu Anda pertanyakan.












