Dunia politik Indonesia berduka atas kepergian Brando Susanto, anggota DPRD DKI Jakarta yang dikenal sebagai pejuang keadilan sosial.​
Brando meninggal dunia saat menyampaikan pidato penuh semangat di ruang sidang DPRD DKI Jakarta, meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekannya.​
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Jakarta, terutama mereka yang merasakan langsung dampak perjuangannya.
Brando Susanto, politisi muda dari PDI Perjuangan, dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil.​
Lahir di Jakarta pada 21 September 1977, Brando aktif dalam berbagai organisasi sejak masa kuliah, termasuk sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa FISIP Unpar dan Sekjen Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta.
Dedikasinya dalam dunia politik membawanya terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dari Dapil 3 yang meliputi Kecamatan Tanjung Priok, Pademangan, dan Penjaringan.
Dalam pidato terakhirnya yang bertema “Perubahan Nyata untuk Rakyat Jakarta”, Brando menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, akses pendidikan berkualitas, dan keadilan sosial.​
Pidato tersebut menjadi momen terakhirnya sebelum ia terjatuh dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.​
Dilansir dari https://incaberita.co.id/category/lokal/, kabar duka ini segera menyebar luas, mengundang ungkapan belasungkawa dari berbagai kalangan, termasuk Ketua DPRD DKI Jakarta yang menyebut Brando sebagai “pejuang sejati yang mendedikasikan hidupnya untuk rakyat”.​
Brando dikenal sebagai legislator yang fokus pada isu-isu layanan publik, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat miskin.
Ia juga aktif mendorong pemasangan tap water di kantor pemerintah dan sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas air minum di Jakarta. Selain itu, Brando memperjuangkan akses air bersih bagi warga Jakarta Utara, terutama di wilayah Pademangan Timur yang sebelumnya mengalami kesulitan pasokan air.











