Fenomena remaja yang menggunakan motor dengan knalpot berisik sudah umum dijumpai di jalanan perkotaan. Suara bising dari knalpot sering kali menjadi ciri khas motor anak muda, terutama ketika mereka berboncengan atau sedang nongkrong di tempat tertentu. Salah satu motor yang populer di kalangan remaja adalah Honda Genio, motor skuter bergaya retro modern yang mudah dimodifikasi, termasuk pada bagian knalpot.
Lalu, mengapa anak remaja suka memodifikasi knalpot agar terdengar lebih bising? Ada beberapa faktor psikologis dan sosial yang mempengaruhi perilaku ini.
Daftar Isi
1. Ingin Tampil Keren dan Menonjol
Remaja pada dasarnya ingin menonjol dan mengekspresikan diri. Salah satu cara yang mereka anggap efektif adalah dengan membuat motor mereka berbeda dari yang lain. Knalpot yang berisik dianggap lebih garang dan terlihat sporty.
Motor seperti Honda Genio menjadi favorit karena desainnya stylish dan mudah diubah. Dengan knalpot aftermarket yang bertenaga, suara motor terdengar lebih mantap, sehingga mereka merasa motor mereka lebih keren dibandingkan motor standar. Bagi remaja, kesan keren ini juga menjadi bagian dari identitas sosial mereka.
2. Peer Pressure atau Tekanan Teman Sebaya
Tekanan teman sebaya memainkan peran besar dalam perilaku remaja. Jika di lingkungan pertemanan, sebagian besar teman menggunakan motor dengan knalpot bising, remaja cenderung ikut menyesuaikan diri agar diterima. Suara knalpot yang keras menjadi simbol kekompakan dan kebersamaan dalam kelompok.
Hal ini membuat motor seperti Honda Genio sering dimodifikasi untuk meniru gaya teman-teman, sehingga suara motor terdengar lebih menonjol dan “menghidupkan” suasana saat berkumpul.
3. Sensasi dan Adrenalin
Remaja menyukai sensasi dan pengalaman baru. Knalpot berisik memberikan efek psikologis tertentu: suara keras terasa mengasyikkan dan memberi sensasi berkendara lebih “powerful” meski mesin sebenarnya tidak terlalu besar.
Bagi pengendara Honda Genio, yang memiliki mesin 110–125cc, penggunaan knalpot bising bisa membuat motor terasa lebih agresif meski performa mesin standar. Sensasi ini memicu adrenalin dan menambah kesenangan saat berkendara.
4. Eksperimen dan Kreativitas
Remaja juga sering menggunakan motor sebagai media bereksperimen. Mengganti knalpot merupakan salah satu cara mereka mengekspresikan kreativitas, memilih suara dan bentuk yang sesuai selera. Beberapa remaja bahkan membuat kombinasi knalpot custom untuk menciptakan suara unik yang membedakan motor mereka dari motor lain.
Honda Genio dengan bodi compact dan fitur standar yang lengkap membuatnya mudah dimodifikasi. Oleh karena itu, motor ini sering menjadi pilihan ketika remaja ingin mengeksplorasi kreativitasnya.
5. Kurangnya Kesadaran Akan Dampak Suara Berisik
Banyak remaja tidak menyadari bahwa knalpot berisik dapat mengganggu pengguna jalan lain, menimbulkan polusi suara, dan bahkan melanggar peraturan lalu lintas. Mereka lebih fokus pada kepuasan pribadi dan citra di mata teman.
Padahal, suara bising bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi pejalan kaki, pengendara lain, dan lingkungan sekitar. Dalam kasus tertentu, bunyi knalpot yang terlalu keras juga bisa menimbulkan risiko keselamatan karena pengendara lebih mudah terganggu atau terkejut oleh suara mendadak.
6. Faktor Sosial Media dan Tren
Era media sosial mempengaruhi perilaku remaja. Video atau foto motor dengan knalpot bising sering menjadi konten populer di platform seperti TikTok atau Instagram. Remaja ingin motor mereka menjadi bagian dari tren ini sehingga terdorong untuk mengganti knalpot standar menjadi lebih bising.
Honda Genio, dengan bentuk stylish dan desain retro modern, mudah menjadi “kanvas” untuk konten semacam ini. Suara knalpot yang khas sering dijadikan nilai tambah agar video atau foto terlihat lebih menarik.
Alasan anak remaja suka pakai knalpot berisik sangat kompleks, mulai dari keinginan tampil keren, tekanan teman sebaya, sensasi berkendara, hingga tren sosial media. Motor seperti Honda Genio sering menjadi pilihan karena desainnya stylish, mudah dimodifikasi, dan nyaman digunakan sehari-hari.
Meskipun menyenangkan bagi remaja, penting juga untuk mengingat dampak negatif suara bising pada lingkungan dan keselamatan. Kesadaran akan aturan lalu lintas dan etika berkendara sebaiknya diajarkan sejak dini agar hobi memodifikasi motor tetap aman dan tidak mengganggu orang lain.
Bunyi motor yang mantap memang menarik, tetapi keselamatan dan kenyamanan bersama harus selalu menjadi prioritas.















