Novel Naoko karya Keigo Higashino mengangkat premis unik yang memadukan drama keluarga, psikologi, dan unsur supranatural. Ceritanya berpusat pada Heisuke Sugita, seorang pria biasa yang hidup tenang bersama istrinya, Naoko, dan putri mereka, Monami. Kehidupan mereka berubah total setelah Naoko dan Monami mengalami kecelakaan bus yang tragis. Naoko dinyatakan meninggal, sementara Monami berhasil selamat. Namun setelah sadar, Monami mulai berbicara dan bertingkah laku layaknya Naoko.
Heisuke perlahan menyadari bahwa jiwa istrinya kini berada di dalam tubuh putrinya sendiri. Mereka akhirnya memutuskan untuk menyimpan rahasia tersebut dari semua orang dan mencoba menjalani hidup seperti biasa. Akan tetapi, situasi itu justru membuat hubungan mereka menjadi semakin rumit. Di mata orang lain, mereka hanyalah ayah dan anak. Padahal sebenarnya, Heisuke masih melihat sosok istrinya di dalam diri Monami.
Seiring waktu berjalan, “Naoko” mulai menjalani kehidupan baru sebagai remaja. Ia kembali sekolah, memiliki teman, belajar lebih giat, dan mulai memikirkan masa depannya sendiri. Novel ini kemudian berkembang menjadi cerita tentang identitas, perubahan perasaan, dan kesempatan kedua dalam hidup. Keigo Higashino juga menyoroti tekanan sosial dan peran perempuan dalam keluarga Jepang melalui karakter Naoko.
Berbeda dari novel misteri khas Higashino yang penuh investigasi kriminal, Naoko lebih fokus pada konflik emosional dan psikologis para tokohnya. Suasana cerita terasa tenang tetapi menyimpan ketegangan batin yang kuat. Pembaca diajak mempertanyakan batas antara cinta, keluarga, dan ego pribadi.
Secara keseluruhan, Naoko merupakan novel reflektif dengan premis yang tidak biasa dan nuansa emosional yang kuat. Ceritanya bukan hanya tentang perpindahan jiwa, tetapi juga tentang bagaimana manusia menghadapi kehilangan, perubahan, dan hubungan yang perlahan berubah seiring waktu.
Buku Naoko karya Keigo Higashino sudah tersedia versi terjemahan Indonesia dan bisa di pre-order DISINI












